Tempat Bersejarah Di Telaga Ar-Raumah

Telaga Ar-Raumah, Banyak beberapa tempat dan bangunan di Arab Saudi yang telah menjadi saksi sejarah kehidupan masyarakat Arab Saudi pada masa nabi dan rasul. Misalnya Telaga,  buah telaga yang memiliki kisah-kisah sejarah yang masih berkaitan dengan Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang terdapat di sekitar Madinah. Telaga-telaga tersebut ada yang masih ada hingga saat ini, ada juga yang sudah tidak dapat dikenali bekas-bekasnya. Salah satunya telaga yang memiliki sejarah adalah Telaga Ar-Raumah. Telaga Ar-Raumah ini biasa dikenal dengan nama Telaga Utsman. Pada awalnya telaga ini adalah milik dari seorang Yahudi. Air pada telaga ini telah dijual oleh orang Yahudi tersebut kepada orang-orang Islam.

Tempat Bersejarah di Telaga Ar-Raumah

Di ketika Rasulullah SAW sedang hijrah, menganggap tidak ada air yang sesegar air yang ada di telaga ini. Oleh sebab itu, Rasulullah membuat satu taghrib dengan sabdanya “Siapa pun yang membeli Telaga Ar-Raumah beserta mewakafkan airnya kepada orang-orang Islam, dia akan dikaruniakan pahala berdasarkan pada setiap timbaan air yang disedekahkan dan ia akan meminum air di surga.”

Ketika mendengar berita gembira yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Utsman bin Affan langsung menawarkan diri untuk membeli Telaga Ar-Raumah. Namun, saat itu orang Yahudi enggan untuk menjual telaga itu dan hanya setuju menjual sebagiannya saja dengan harga sebesar 12.000 dirham.

Setelah itu, dibuatlah jadwal pergiliran untuk dapat mengambil air yang ada di telaga tersebut berselang seling sehari. Pada saat masuk giliran Sayyidina Utsman ra., kaum muslimin pun mengambil jatah untuk dua hari agar apabila sudah tibanya giliran si Yahudi, mereka tidak perlu lagi membeli air darinya. Hal itu terus berlanjut dan di kemudian hari si Yahudi mendapati sumur miliknya itu sepi sekali dengan pembeli karena penduduk Madinah masih mempunyai persediaan air di rumahnya masing-masing. 

Suatu ketika Yahudi itu pun mendatangi Utsman bin Affan . ia meminta kepadanya agar membeli setengah lagi telaga milik Yahudi. Ia meminta kepada Utsman membayar setengah telaga lagi dengan seharga 20.000 dirham, Utsman pun setuju tawaran tersebut dan membelinya. Dan telaga tersebut secara utuh menjadi milik Utsman. Lalu, Utsman  mewakafkan telaga Ar-Raumah. Sejak saat itulah, telaga itu dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya. Setelah diwakafkan olehnya, disekitrnya tumbuhlah pohon kurma di sekitar telaga dan terus bertambah hingga saat ini jumlahnya bisa sampai berkisar 1.550 pohon.

Dimana pohon-pohon kurma itu kini dikelola oleh Departemen Pertanian Arab Saudi. Kemudian, kurma-kurma yang dihasilkan dijual oleh nya ke pasar-pasar yang ada disana dan untuk setengah hasul dari pejualan kurma diberikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin.

Komentar