Dubai Creek, Negara timur tengah ialah Negara yang sangat terkenal akan kekayaan sumber minyaknya. Wajar saja jika tiap kota yang pada awalnya berada di padang pasir ini, kini telah berubah menjadi sebuah tempat yang sudah memiliki perekonomian yang yang maju dan negaranya pun semakin berkembang. Itulah penyebabnya, mengapa kota-kota yang terletak di timur tengah dikenal dengan istilah Jazirah Arab. Ketika berada disana pasti akan menemukan banyaknya hamparan gurun pasir di daerah Jazirah Arab ini, sehingga menjad salah satu daya tarik yang mampu menarik perhatian untuk dapat dikunjungi oleh para wisatawan. Selain jazirah Arab, adapun salah satu kota yang cukup terkenal berkembang dengan baik dalam segi perekonomiannya yakni kota Dubai.
Rasanya ingin sekali bisa mengunjungi Dubai, terutama ke Dubai Creek. Dengan perjalanan yang aman dan nyaman tentunya akan menjadi sebuah perjalanan yang tak akan terlupakan. Kembali ke kota Dubai kota ini sering sekali menjadi perbincangan di social media, sebab sebab dari perkembangannya dan gaya hidup masyarakat yang high class. Sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke kota yang memiliki landmark Burj Al Arab ini. tidak hanya perekonomiannya saja yang maju, dalam segi fashion pun sama, masyarakat Dubai sudah paham betul mengenai fashion trend dan hal yang masih berkaitan dengan fashion tersebut.
Sebenarnya untuk kehidupan sehari-hari disana cocok untuk sebagian orang yang hidup dikalangan menengah ke atas. Selain nilai mata uang Dubai nilainya lebih besar dibandingkan nilai mata uang Indonesia. Jika Anda berminat untuk meikmati liburan di Dubai, Anda perlu untuk mengecek terlebih dulu mengenai soal paspor dan visa yang sangat diperlukan sekali ketika kita berpergian ke Negara manapun juga, termasuk ke Dubai ini. Banyak obyek wisata yang dapat dikunjungi, salah satunya Dubai Creek.
Dubai Creek merupakan teluk kecil air laut alami dari teluk Arab yang membagi kota menjadi dua bagian. Kalau untuk di sisi timur laut terdapat Deira Dubai dan di sisi barat daya ada Bur Dubai. Teluk ini memiliki peran penting dalam sejarah Dubai. Sebab di masa lalu teluk ini pernah menghubungkan perdagangan antara India dan Afrika yang menjadikan persinggahan kapal-kapal dagang.
Untuk dapat menjelajahi teluk ini ada beberapa cara. Lalui sepanjang perairan dengan menggunakan cara tradisional, di atas abra atau taksi air. Perahu kecil bermotor ini merupakan cara murah untuk bisa berkeliling dan digunakan oleh banyak orang untuk para pekerja yang pulang pergi dari satu sisi teluk ke sisi satunya.
Saat berada disana akan menemukan terminal abra khusus di beberapa titik di sepanjang jalan-air, dengan menggunakan perahu yang berangkat setiap beberapa menit untuk setiap harinya. Biasanya perahu berangkat setelah jumlah penumpang telah mencapai 20 orang.
Adapun cara lain untuk bisa menikmati teluk ini. yatu dengan cara menaiki kapal bertiang layar tunggal tradisional. Anda dapat menggunakan perahu wisata ini di Deira untuk pesiar di siang hari maupun malam hari. Amati segala aktivitas sehari-hari di teluk saat abra, kapal pesiar dan perahu modern menaikkan dan membongkar muatan.
Pastikan Anda saat berkunjung ke teluk membawa kamera karena pencakar langit kota tampak mengagumkan dilihat dari atas air, khususnya saat gedung tersebut bermandikan sinar matahari yang menyorot. Selain itu, perhatikan baik-baik perbedaan arsitektural yang khas antara kedua sisi teluk. Sisi Bur Dubai ialah bagian kota yang lebih tua dengan menggunakan arsitektur Timur Tengah tradisional. Sedangkan, Deira Dubai lebih modern lagi dan memiliki banyak pencakar langit.
Jelajahi terus di area sepanjang promenade dengan berjalan kaki. Jembatan jalan yang berpaving yang cantik ini cukup terang jika di malam hari sehingga akan membuat nyaman untuk jalan-jalan.

Komentar
Posting Komentar