Kemegahan Masjid Raya Sulaimaniah di Turki

Masjid Raya Sulaimaniah, Sebuah masjid peninggalan Kekaisaran Ottoman yang terletak di Bukit ketiga Istanbul, Turki. Masjid Raya Sulaimaniah ini merupakan masjid terbesar yang ada di kota dan salah satu obyek wisata yang paling terkenal di Istanbul. Atas perintah dari Sultan Sulaiman atau lebih sering disebut dengan panggilan King Suleiman dengan gelar Suleiman The Magnificent Pembangunan Masjid Raya Sulaiman ini dilakukan. Dan pembangunan dimulai pada tahun 1550 dan selesai pada tahun 1558. Pada pembangunan masjid itu Dia meminta tolong kepada salah seorang arsitek yang bernama Mimar Sinan, seseorang yang dianggap mahir dalam bidang arsitektur. Biaya yang dihabiskan untuk pembangunan Masjid Raya Sulaimaniah pada saat itu ialah 21 juta Lira atau sekitar 199,4 Miliar Rupiah.

Kemegahan Masjid Raya Sulaimaniah di Turki

Ada sebuah kisah unik pada masa pembangunan Masjid Raya Sulaimaniah ini. kala itu King Suleiman memperoleh hadiah dari seorang Raja Romawi, berupa batu marmer merah. Ia pun meminta kepada King Suleiman agar meletakkan batu tersebut di mihrab. King Suleiman awalnya senang mendapatkan hadiah. Namun, tiba-tiba timbul rasa kecurigaannya, kenapa batu itu harus diletakkan di mihrab. Pada akhirnya beliau pun memanggil para ahli geologi dan bebatuan untuk dapat menyelidiki batu tersebut.

Tidak disangka setelah diselidiki ternyata batu marmer itu terdapat simbol-simbol salib. Saat itu pun King Suleiman marah dan meminta agar batu itu diletakkan di lantai dekat pintu gerbang saja. Batu marmer itu hingga kini masih ada. Batu marmer akan terlihat sangat mencolok saat akan memasuki gerbang pada bagian utama Masjid Raya Sulaimaniah sebab semua batu marmer pada bagian depan masjid berwarna putih.

Daya tarik yang dimiliki oleh Masjid Raya Sulimaniah ini terletak pada perpaduan kebudayaan Islam dan Byzantium pada arsitektur bangunannya. Dari struktur dan bentuknya itu sangat terlihat jelas pengaruh kebudayaan Byzantium yang sangat kuat. Desain arsitektural masjid ini menggabungkan antara elemen struktural bangunan Islam dengan Byzantium. Bangunan yang berdiri tinggi ini, dengan menara yang ramping, kubah besar yang juga didukung oleh setengah kubah dalam gaya gereja Byzantium Hagia Sophia.

Sebagaimana sudah menjadi suatu tradisi masjid kekaisaran lainnya, masjid ini terbuka untuk umum. Masjid ini dibangun untuk melayani kebutuhan dapat melayani kebutuhan keagamaan dan budaya yang ada di sekelilingnya. Pada sekeliling kompleks masjid ini berdiri sebuah rumah sakit, pemandian umum, sebuah caranvanserai, sekolah dasar, empat sekolah Qur’an atau madrasah, sebuah sekolah khusus untuk belajar hadits, sebuah perguruan tinggi medis dan dapur umum untuk dapat melayani makan bagi orang miskin. Disana banyak terdapat dapur umum yang kini telah berubah menjadi sebuah restoran yang cukup besar. Beberapa rumah sakit yang ada disana juga sudah berubah menjadi pabrik percetakan yang dimiliki oleh Angkatan Darat Turki.

Di taman belakang Masjid Raya Sulaimaniah terdapat dua makam. Didalam makam itu disemayamkannya jenazah King Suleiman I, istrinya Harriem Sultan bernama Roxelana serta putrinya Mihrimah Sultan, Sultan Suleiman II, Ahmed II dan Sliha Sultan dan Safiye Sultan (wafat pada tahun 1777), putri dari Mustafa II. Mereka semuanya itu dimakamkan disana. Kemudian diluar tembok masjid, di sisi utara terdapat sebuah makam, itulah arsitek Sinan yang yang memperbaiki Masjid Raya Sulaimaniah hingga nampak seperti saat ini.

Jadi bagi Anda yang berminat untuk melihat keagungan masjid ini, tidak ada tiket masuk. Jadi, Anda dapat dengan bebas berkeliling di Masjid Raya Sulaimaniah, asalkan tidak mengganggu orang-orang yang mungkin saat itu ada yang sedang melaksanakan ibadah didalamnya. Dengan kemegahan dan nilai sejarahnya, masjid ini dijadikan salah satu destinasi wisata yang paling populer di Turki.

Komentar