Menara Azadi Tak Kalah Indah Dengan Menara Eifel

Menara Azadi, Jika mengunjungi Teheran tidak legkap rasanya jika belum singgah di menara yang menjadi ikon Teheran, yakni Menara Azadi. Menara ini memiliki bentuk yang cukup unik dan tampilan yang gagah sehingga memiliki daya tarik tersendiri untuk menggoda pengunjungnya. Tidak hanya sebagai ikon, Manara Azadi ini dibangun untuk memperingati ulang tahun ke 2.500 Kekaisaran Persia yang pertama. Menara ini dibangun pada tahun 1971 itu dirancang langsung oleh Hossein Amanat. Arsitekturnya itu mengagabungkan unsur Sassanid dan arsitektur Isalam. Dimana terdapat arsitektur menarik yang terpengaruh gaya tradisional Iran. Menara Azadi ini dilapisi dengan 8000 buah marmer yang berwarna putih dari daerah Esfahan. Untuk mengamati lebih dalam lagi soal struktural bangunan menara, Anda wajib masuk ke dalam kompleks tersebut yang membentuk desain dan melihat galeri yang terdapat di bagian atas.

Menara Azadi Tak Kalah Indah Dengan Menara Eifel

Menara Azadi ini telah menjadi tempat untuk perayaan, kerusuhan dan juga revolusi. Meskipun memiliki hubungan dengan Shah yang terguling, menara tersebut mendapat telah mendapat kepercayaan sebagai simbol nasional Iran. Pada tahun 1966, Shah yang ingin sekali menunjukkan kekayaan yang dihasilkan dari eksplorasi minyak dan untuk menjauhkan diri dari kekacauan politik pada masa lalu, dengan mengadakan sebuah kompetisi agar dapat membuat rancangan sebuah monumen untuk memperingati pemerintahannya dan peringatan 2500 tahun pendirian Kekaisaran Achaemenid di bawah Cyrus besar.

Arsitek Hossein Amanat baru saja lulus dari salah satu Universitas Teheran saat mengetahui tentang kompetisi tersebut. Dia telah meninggalkan rencana untuk melanjutkan studinya di Amerika Serikat, sebagai gantinya ia pun mendirikan sebuah studio arsitektur kecil di dalam kamarnya untuk mengerjakan sebuah desain untuk Menara Azadi tersebut. Dengan menggunakan bantuan teman yang masih bersekolah, desain Amanat ini terinspirasi dari daya tariknya dengan sejarah Persia memenangkan kompetisi. 

Amanat membuat desain sebagai puncak dari seluruh yang telah dipelajari di sekolah arsitekturnya tersebut, dan dalam selama dalam perjalanannya itu berkeliling Iran, dia mengutip dari banyaknya kisah teladan sebagai pengaruh. Dimana pada gapura utama menara ini menggabungkan lengkungan parabola reruntuhan pra Islam di Ctesiphon dengan berbagai lengkungan periode Islam, yang telah merangkum ribuan tehun sejarah Persia. Agar dapat menyelaraskan dua bentuk lengkung itu, Amanat mendapatkan inspirasi dari squinch indah yang ditemukan di arsitektur Persia yang sangat bersejarah sekali. Bahkan pada jendela bagian atas menara dipengaruhi oleh fitur yang serupa dalam struktur manara bersejarah.

Agar dapat membantu dalam mewujudkan geometri kompleks  visi  Amanat, Arup dipekerjakan juga sebagai insinyur struktural. Untuk dapat mengatasi berbagai tantangan, baik bentuk dan lokasi sesimik yang aktif, menara ini dibangun dengan menggunakan beton bertulang dan penuangan di tempat, yang dilapisi dengan marmer putih berkilau. Sebab kompleksitas lengkungan dan lengkungan struktur menara, hampir di setiap bangunannya itu berbentuk dari kelongsong batu itu manjadi unik.

Manara yang telah dibangun sejak tahun 1971 ini, awalnya dikenal dengan Menara Shahyad, secara harfiah artinya Monumen Peringatan Raja. Sebagai titik pusat plaza terbesar di Teheran dan  salah satu plaza  yang terbesar di dunia, dengan luas lebih dari 120.000 meter persegi. Kompleks ini juga mencakup dengan museum pameran perumahan bawah tanah dan artifak sejarah Persia.

Kemudian setelah beberapa tahun kemudian selesai, menara tersebut juga sudah manjadi titik fokus demonstrasi yang menentang rezim shah. Setelah usai revolusi Iran tahun 1979, dari beberapa pihak memperkirakan bahwa menara tersebut akan dihancurkan. Sir Michael Ducan sebagai Insinyur struktural memberikan gambaran.

Komentar